Marah adalah emosi yang wajar, tetapi bila tidak dikendalikan ia bisa menyeret lisan dan perbuatan ke hal yang menyesakkan dan menyesal kemudian. Islam tidak melarang manusia marah, tetapi mengajarkan cara meredamnya. Rasulullah SAW mengajarkan satu kalimat pendek yang mampu menenangkan hati ketika amarah memuncak.

Doa Ketika Marah
Ketika amarah mulai memuncak, bacalah doa berikut ini.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin:
A’udzubillaahi minasy-syaithanir-rajiim.
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Baca juga: Doa Ketika Mendapat Musibah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Sumber Doa
Doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan dari Sulaiman bin Surd radhiyallahu ‘anhu, tercantum dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Kisahnya, ketika dua orang lelaki saling mencaci di hadapan Rasulullah SAW, wajah salah satu dari mereka memerah dan urat lehernya menegang karena marah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang kalau ia ucapkan, akan hilang apa yang ia rasakan: A’udzubillaahi minasy-syaithanir-rajiim.” (HR Bukhari dan Muslim). Hadis ini shahih.
Adab Ketika Marah
Selain membaca ta’awudz di atas, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa adab untuk meredam amarah.
1. Berwudu. Marah berasal dari setan, dan setan diciptakan dari api, sedangkan api hanya bisa dipadamkan dengan air. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia berwudu. (HR Abu Dawud no. 4784)
2. Duduk atau berbaring. Apabila engkau marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Apabila marahnya belum reda, berbaringlah. (HR Abu Dawud)
3. Diam. Jangan berbicara ketika emosi memuncak, agar lisan tidak mengucapkan kalimat yang disesali kemudian hari.
4. Menjauh dari pemicunya. Pergilah dari tempat atau situasi yang memancing amarah hingga hati kembali tenang.
Baca juga: Doa Ketika Melihat Hilal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Penutup
Amarah yang dibiarkan membakar bisa merusak hubungan dan melukai orang yang kita sayangi. Setiap kali emosi memuncak, amalkan doa dan adab di atas, lalu rasakan perbedaannya. Semoga Allah menjaga lisan dan hati kita dari keburukan amarah.

Komentar