Ketika kemarau berkepanjangan, tanah mengering, tanaman layu, dan air mulai sulit didapat, seorang muslim dianjurkan memohon hujan kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Inilah yang disebut istisqa, yaitu memohon agar Allah menurunkan hujan. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah memanjatkan doa ini di hadapan para sahabat, dan Allah mengabulkannya pada hari itu juga.

Doa Memohon Hujan (Istisqa)
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Allahumma aghitsnaa, Allahumma aghitsnaa, Allahumma aghitsnaa.
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Doa yang pendek ini diucapkan tiga kali, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW ketika memohon hujan.
Sumber Doa
Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, tercantum dalam Sahih al-Bukhari (no. 1014). Pada suatu hari Jumat, ketika Rasulullah SAW sedang berkhutbah, seorang laki-laki masuk masjid dan berkata bahwa harta (ternak) binasa dan jalan-jalan terputus, lalu ia meminta Rasulullah SAW berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan. Rasulullah SAW pun mengangkat kedua tangannya dan membaca doa di atas tiga kali. Anas meriwayatkan bahwa sebelumnya tidak terlihat awan sama sekali di langit, kemudian muncul awan sebesar perisai dari balik gunung, menyebar di tengah langit, lalu turunlah hujan, dan mereka tidak melihat matahari selama seminggu.
Karena tercantum dalam Sahih al-Bukhari, hadis ini berderajat sahih.
Keutamaan dan Adab Memohon Hujan
Istisqa mengajarkan bahwa hujan adalah karunia Allah, bukan sesuatu yang bisa dipastikan oleh manusia. Karena itu, doa ini dibaca dengan penuh harap dan kerendahan hati, sebagaimana Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya saat membacanya. Pengulangan tiga kali menunjukkan kesungguhan dalam memohon, bukan sekadar ucapan sekali lewat.
Adab lainnya adalah memohon dengan hati yang hadir, disertai istighfar dan taubat, serta keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa menurunkan hujan kapan pun Dia kehendaki. Doa ini berbeda dengan doa ketika hujan sudah turun, dan berbeda pula dengan doa ketika hujan terlalu deras, karena doa ini khusus dipanjatkan saat hujan belum turun dan sangat dibutuhkan.
Penutup
Saat kemarau terasa berat, jangan hanya mengeluh tentang panas dan kekeringan. Mohonlah hujan kepada Allah dengan doa di atas, ulangi tiga kali dengan penuh harap, dan yakinlah bahwa Dia yang mengatur awan dan hujan. Semoga Allah menurunkan hujan yang bermanfaat, menyuburkan tanah, dan membawa keberkahan bagi semua makhluk.

Komentar