Setiap muslim senantiasa dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas. Berikut adalah lafadz bacaan Bacaan Doa Setelah Rukuk (I’tidal) Sesuai Sunnah Versi NU: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti terjemahan, serta sumber dalilnya.
Gambar Infografis Bacaan Bacaan Doa Setelah Rukuk (I’tidal) Sesuai Sunnah Versi NU: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya – BlogDoa.com
Bacaan Teks Doa
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Latin: Sami’allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu mil’as-samawati wa mil’al-ardhi wa mil’a ma syi’ta min syai’in ba’du.
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”
Sumber & Dalil Doa
HR. Muslim no. 476 dari Abdullah bin Abi Aufa
Penjelasan & Makna Doa
I’tidal adalah gerakan bangkit dari rukuk yang merupakan salah satu rukun fi’liyah dalam sholat. Dalam tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama (NU) yang bersandar pada mazhab Syafi’i, membaca doa i’tidal hukumnya sunnah ab’adh. Ketika bangkit dari rukuk, seorang imam, makmum, atau orang yang sholat sendirian (munfarid) disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau telinga seraya mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah’, kemudian dilanjutkan dengan bacaan ‘Rabbana lakal hamdu…’ hingga selesai. Penambahan kalimat ‘mil’as-samawati…’ (sepenuh langit dan bumi) memiliki makna pengagungan yang luar biasa kepada Allah SWT, mengakui bahwa segala bentuk pujian di alam semesta ini adalah milik Allah, yang luasnya meliputi langit dan bumi serta segala isinya. Mengamalkan doa ini dengan khusyuk akan mendatangkan ketenangan jiwa serta ampunan dosa, karena i’tidal adalah salah satu posisi mustajab di dalam sholat.
Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini
- Mendapatkan pengakuan dan ridha Allah SWT karena memuji-Nya dengan pujian yang agung dan memenuhi langit serta bumi.
- Meneladani sunnah Rasulullah SAW secara persis dalam tata cara gerakan dan bacaan sholat i’tidal.
- Meningkatkan kekhusyukan dan kehadiran hati (hudhurul qalbi) saat berdiri tegak setelah rukuk.
Semoga bacaan doa ini bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Komentar