Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Adzan: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Beranda / Doa Sholat / Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Adzan: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Adzan: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Setiap muslim senantiasa dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas. Berikut adalah lafadz bacaan Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Adzan: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti terjemahan, serta sumber dalilnya.

Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Adzan: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Gambar Infografis Bacaan Panduan Lengkap Doa Sebelum dan Sesudah Adzan: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya – BlogDoa.com

Bacaan Teks Doa

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ. (Dan untuk sunnah sebelum adzan: dianjurkan membaca istighfar, shalawat, serta menjawab seruan muadzin)

Bacaan Doa Setelah Tayamum: Arab, Latin, Arti & Tata Caranya

Latin: Allāhumma rabbal hādzihid da’watit tāmmati, wash-shilātil qāimati, āti muhammadanil wasīlata wal fadhīlata, wab’ats-hu maqāman mahmūdal ladzī wa’adtah.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad al-wasilah (kedudukan yang tinggi) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau di maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Sumber & Dalil Doa

HR. Bukhari no. 614 dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma

Penjelasan & Makna Doa

Adzan adalah panggilan ilahi yang menggemandangkan kebesaran Allah SWT dan ajakan untuk mendirikan sholat. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga menyambutnya dengan amalan-amalan utama, baik sebelum, saat, maupun setelah adzan berkumandang. Sebelum adzan, disarankan bagi muadzin atau jamaah untuk mempersiapkan diri dengan hati yang khusyuk, membaca istighfar, dan bershalawat atas Nabi SAW. Ketika adzan berkumandang, sunnah hukumnya bagi yang mendengarkan untuk menjawab ucapan muadzin (kecuali pada lafaz ‘Hayya ‘alash-sholah’ dan ‘Hayya ‘alal-falah’ yang dijawab dengan ‘La hawla wala quwwata illa billah’). Setelah adzan selesai, umat Islam disarankan untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW lalu membaca doa sesudah adzan (doa Al-Wasilah). Rasulullah SAW menjanjikan syafaat bagi siapa saja yang membaca doa ini dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Waktu antara adzan dan iqamah juga dikenal sebagai salah satu waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Bacaan Doa Setelah Tahiyat Akhir Sebelum Salam: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini

  • Mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat bagi yang membaca doa sesudah adzan dengan tulus.
  • Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dan mendulang pahala yang berlimpah.
  • Waktu antara adzan dan iqamah menjadi salah satu waktu mustajab (diijabah) untuk berdoa.

Semoga bacaan doa ini bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Variasi Bacaan Doa Sebelum Adzan

Selain bacaan utama di atas, berikut adalah variasi bacaan doa, shalawat, dan dzikir yang diamalkan sebelum adzan berkumandang:

1. Doa Ya Hayyu Ya Qayyum (Sebelum Adzan Subuh)

Bacaan Teks Doa

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Latin: Ya Hayyu ya Qayyum, bi rahmatika astaghits

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

Bacaan Doa Setelah Tahiyat Akhir Sebelum Salam: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Sumber & Dalil Doa

HR. Tirmidzi no. 3524, Al-Hakim no. 1974, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

Penjelasan & Makna Doa

Waktu sebelum adzan Subuh merupakan salah satu waktu paling mulia dan mustajab di sepertiga malam terakhir. Membaca asmaul husna ‘Ya Hayyu Ya Qayyum’ (Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri) mengandung tawasul dengan sifat-sifat Allah yang agung sebelum memanjatkan hajat. Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa ini di waktu sahur agar hati senantiasa hidup, diberikan keteguhan iman, serta dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat oleh Allah SWT.

Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini

  • Mendapatkan pertolongan langsung dari Allah SWT dalam setiap urusan.
  • Menghidupkan hati dari kelalaian dan mendekatkan diri kepada Allah di waktu sahur.
  • Menjadi sebab dibukanya pintu-pintu rahmat dan keberkahan di pagi hari.

2. Shalawat Innallaha (QS. Al-Ahzab: 56)

Bacaan Teks Doa

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Latin: Innallāha wa malā’ikatahū yuṣallūna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhal-lażīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Sumber & Dalil Doa

QS. Al-Ahzab: 56, serta atsar dari para sahabat dan ulama salaf terkait amalan membaca shalawat sebelum dikumandangkannya adzan.

Penjelasan & Makna Doa

Membaca shalawat, khususnya ayat yang sering dikenal sebagai dasar shalawat (QS. Al-Ahzab ayat 56) atau amalan dzikir dan shalawat lainnya sebelum adzan berkumandang, merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Waktu-waktu menjelang adzan adalah waktu yang penuh berkah di mana seorang Muslim bersiap untuk menyambut panggilan Allah SWT. Mengawali momen ini dengan memperbanyak shalawat akan mendatangkan rahmat, ampunan, serta syafaat dari Rasulullah SAW di yaumil akhir kelak. Sebagai umat Islam, dianjurkan untuk mengisi waktu antara qabla adzan (menjelang adzan) dengan dzikir, istighfar, dan shalawat agar hati menjadi tenang dan siap mendengarkan serta menjawab seruan adzan.

Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini

  • Mendapatkan shalawat balasan dari Allah SWT sebanyak sepuluh kali lipat untuk setiap satu shalawat yang diucapkan.
  • Menjadi sebab dikabulkannya doa karena dibaca pada waktu-waktu mustajab menjelang seruan ibadah.
  • Menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.

3. Salam dan Shalawat dalam Tradisi Muhammadiyah (Tarhim)

Bacaan Teks Doa

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Latin: Assalāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh.

Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya.”

Sumber & Dalil Doa

Buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah serta tradisi amalan sunnah (shalawat dan salam kepada Nabi)

Penjelasan & Makna Doa

Dalam tradisi warga Muhammadiyah yang berpedoman pada Majelis Tarjih dan Tajdid, menjelang pelaksanaan adzan (khususnya shalat Subuh atau shalat fardhu lainnya), seringkali diisi dengan kegiatan tarhim, bershalawat, atau membaca dzikir secara bersama-sama dengan suara lembut atau melalui pengeras suara masjid. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kaum Muslimin bahwa waktu shalat hampir tiba (tashwib atau pengantar persiapan). Meskipun tidak ada satu teks doa khusus yang baku sebagai ‘doa sebelum adzan’ yang langsung dicontohkan secara spesifik dengan lafaz tertentu oleh Rasulullah SAW untuk sebelum adzan, umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan berdoa memohon kebaikan. Bacaan salam dan shalawat kepada Nabi merupakan bentuk kecintaan dan pengagungan, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56. Adab sebelum adzan hendaknya diisi dengan kesiapan hati, mensucikan diri dengan berwudhu, serta menjawab atau menyimak tarhim dengan khusyuk sebelum muadzin mengumandangkan lafaz adzan.

Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini

  • Mempersiapkan hati dan jiwa jamaah agar lebih khusyuk menyambut panggilan shalat (adzan).
  • Menghidupkan sunnah memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Menciptakan suasana religius dan ketenangan batin bagi masyarakat di sekitar masjid sebelum waktu shalat tiba.

4. Dzikir Sebelum Adzan dalam Tradisi NU

Bacaan Teks Doa

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Latin: Subhanallahi walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyil ‘azhim, wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah, allahummaghfir li dzunubi waftah li abwaba rahmatik.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Sumber & Dalil Doa

Tradisi amalan ulama Nusantara (Nahdlatul Ulama) yang bersumber dari kumpulan dzikir, tasbih, dan riwayat doa pembuka kebaikan (HR. Ibnu Majah dan lainnya terkait dzikir ba’da sholat dan muqaddimah amal shalih).

Penjelasan & Makna Doa

Tradisi melantunkan dzikir atau doa sebelum adzan berkumandang merupakan salah satu amalan yang dianjurkan di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Amalan ini biasanya dikumandangkan oleh muadzin sebagai bentuk persiapan batin, memuji kebesaran Allah SWT, serta memohon ampunan dan rahmat-Nya sebelum mengumandangkan seruan shalat kepada umat manusia. Bacaan ini merupakan gabungan dari kalimat thayyibah (tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqolah), shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa permohonan ampunan dan pembukaan pintu rahmat Allah SWT. Dengan membaca doa ini, seorang muadzin atau jamaah yang mendengarkan diharapkan dapat menghadirkan hati yang khusyuk, mensucikan niat hanya karena Allah, dan siap menyambut panggilan-Nya dengan penuh kedisiplinan serta ketulusan iman.

Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini

  • Mendapatkan ketenangan hati dan kekhusyukan sebelum melaksanakan ibadah shalat.
  • Mengagungkan asma Allah SWT melalui kalimat thayyibah yang sangat dicintai oleh-Nya.
  • Membuka pintu-pintu rahmat dan ampunan Allah SWT bagi yang mengamalkannya.
  • Menghidupkan sunnah dan tradisi kebaikan (amaliyah ahlussunnah wal jamaah) di masjid atau mushola.

Semoga tambahan variasi bacaan doa sebelum adzan ini bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *