Setiap muslim senantiasa dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas. Berikut adalah lafadz bacaan Bacaan Doa Nurbuat Lengkap: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti terjemahan, serta sumber dalilnya.
Gambar Infografis Bacaan Bacaan Doa Nurbuat Lengkap: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya – BlogDoa.com
Bacaan Teks Doa
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ ذَا السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ، وَذَا الْمَنِّ الْقَدِيمِ، وَذَا الْوَجْهِ الْكَرِيمِ، وَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ، وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَاتِ، عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنُ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِينَ، وَعَيْنُ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ، وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ، وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ، وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانَ الْحَكِيمِ، وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ، الْوَدُودُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدِ، طَوِّلْ عُمْرِي وَصَحِّحْ أَجْسَادِي، وَاقْضِ حَوَائِجِي، وَأَكْثِرْ أَمْوَالِي وَأَوْلَادِي، وَحَبِّبْنِي لِلنَّاسِ أَجْمَعِينَ، وَتَبَاعَدْ عَدَاوَةَ مَنْ عَادَانِي مِنَ الْبَنِي آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ، وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ، إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا، وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُصْلِحِينَ، وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Allaahumma dzas-sulthaanil-‘azhiim, wa dzal-mannil-qadiim, wa dzal-wajhil-kariim, waliyyil-kalimaatit-taammaati, wad-da’awatil-mustajaabaat, ‘aqilil-hasani wal-husaini min anfusil-haqqi ‘ainul-qudrati wan-naazhiiriin, wa ‘ainul-insi wal-jinni, wa in yakadul-ladziina kafaruu liyuzliquunaka bi-abshaarihim lamma sami’udz-dzikra wa yaquuluunainnahu lamajnuun, wa maa huwa illaa dzikrun lil-‘alamiin, wa mustajaabu luqmanal-hakiim, wa waritsa sulaimaanu bnu dawuuda ‘alaihimas-salaam, al-wuduudu dzul-‘arsyil-majiid, thawwil ‘umrii wa shahhih ajsadii, waqdhi hawaaijii, wa aktsir amwaalii wa awlaadii, wa habbibnii lin-naasi ajma’iin, wa tabaa’ad ‘adaawata man ‘adaanii minal-bani aadama ‘alaihis-salaam, man kaana hayyan wa yahiqqal-qaulu ‘alal-kaafiriin, wa qul jaa’al-haqqu wa zahaqal-baathilu innal-baathila kaana zahuuqaa, wa nunazzilu minal-qur’ani maa huwa syifaa’un wa rahmatun lil-mu’miniin, wa laa yaziiduzh-zhalimiina illaa khasaaraa, subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal-mursaliin, wal-hamdulillahi rabbil-‘alamiin.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, zat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, yang memiliki wajah yang mulia, penguasa kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang dikabulkan. Yang menjaga Hasan dan Husain dari jiwa yang haq, pandangan kekuasaan dan orang-orang yang melihat, pandangan manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia benar-benar orang gila,’ padahal Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengabulkan doa Luqmanul Hakim, dan yang mewariskan Sulaiman bin Daud ‘alaihimassalam. Dzat Yang Maha Pengasih lagi Memiliki Arasy yang Agung. Panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasadku, penuhilah hajatku, perbanyaklah harta dan anakku, jadikanlah aku dicintai oleh semua manusia, dan jauhkanlah permusuhan orang-orang yang memusuhiku dari anak cucu Nabi Adam ‘alaihissalam, bagi siapa yang masih hidup dan semoga tetap berlaku ketetapan azab atas orang-orang kafir. Dan katakanlah: ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap, sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.’ Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran itu tidak menambah bagi orang-orang yang zalim selain kerugian. Maha Suci Tuhanmu Tuhan Yang Maha Perkasa dari apa yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”
Sumber & Dalil Doa
Doa Nurbuat (Nur an-Nubuwwah) adalah sebuah amalan yang populer di kalangan masyarakat Nusantara dan Timur Tengah sebagai doa wirid, yang di dalamnya banyak merangkum ayat-ayat Al-Quran (seperti Surah Al-Qalam ayat 51-52, Al-Isra’ ayat 81 & 82) serta pujian kepada Allah SWT.
Penjelasan & Makna Doa
Doa Nurbuat atau sering disebut Nur an-Nubuwwah (Cahaya Kenabian) adalah salah satu amalan zikir dan doa yang sangat masyhur di tengah masyarakat muslim. Meskipun tidak berasal dari satu riwayat hadits shahih yang secara spesifik menamai doa ini sebagai ‘Doa Nurbuat’ dengan keutamaan ajaib tertentu, para ulama memperbolehkan mengamalkannya karena isi dan kandungan doa ini sepenuhnya terdiri dari ayat-ayat Al-Quran yang mulia serta kalimat thoyyibah, pujian, dan sanjungan kepada Allah SWT. Membaca doa ini diiringi dengan niat yang baik, tawakal kepada Allah, serta pemahaman makna dapat mendatangkan ketenangan batin, perlindungan dari keburukan, serta memohon keberkahan dalam hidup. Adab dalam membacanya adalah dengan menghadap kiblat, dalam keadaan suci, merendahkan diri kepada Allah, serta tidak meyakini bahwa doa ini memiliki kekuatan magis sendiri, melainkan semata-mata memohon pertolongan kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Keutamaan & Manfaat Mengamalkan Doa Ini
- Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari gangguan jin, manusia, serta pandangan hasad (ain).
- Menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dan pujian kepada-Nya.
- Memohon ketenangan jiwa, keberkahan umur, kesehatan jasmani, serta kelapangan rezeki yang halal dan barokah.
Semoga bacaan doa ini bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Komentar